Pentingkah Anak Usia Dini (3-6 tahun) Bersekolah?

Posted on September 14, 2012

0



By: Octaviana Hermansjah

Pendidikan merupakan investasi terpenting yang dapat dilakukan orang tua bagi masa depan anaknya. Sejak lahir ke dunia, anak memiliki banyak potensi dan harapan untuk dapat berhasil di kemudian hari. Pendidikanlah yang menjadi jembatan penghubung anak dengan masa depannya itu. Dapat dikatakan, pendidikan merupakan salah satu pembentuk fondasi bagi tumbuh dan berkembangnya seorang anak untuk memperoleh masa depan yang lebih baik.

Dalam bidang pendidikan, seorang anak dari lahir memerlukan penanganan yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pendidikannya. Hal ini juga tentu saja harus disertai dengan pemahaman mengenai karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembangannya, yang akan sangat membantu dalam menyesuaikan proses belajar bagi anak dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing, baik secara intelektual, emosional dan sosial.

Apa itu pendidikan anak usia dini (3-6 tahun)?

Pendidikan anak usia dini (3-6 tahun)adalah jenjang pendidikan yang ditempuh anak sebelum jenjang pendidikan dasar,  yang merupakan suatu upaya pembinaan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Pendidikan ini dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan secara intelektual, emosional, sosial, jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan ini diselenggarakan baik pada jalur formal, nonformal, maupun informal.

Pendidikan  anak usia dini inimerupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio-emosional  (sikap dan perilaku serta agama), bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini (3-6 tahun).

Apa perbedaan antara anak yang mendapatkan pendidikan anak usia dini dengan yang tidak?

Menurut Byrnes (Peraih gelar Woman of the Year dari Vitasoy, Australia) di lembaga pendidikan anak usia dini, anak-anak akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide dan mengembangkannya, berani pergi ke sekolah dan siap belajar, cepat beradaptasi, serta memililki semangat untuk belajar. Sementara anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini akan cenderung lebih lamban dalam menerima sesuatu.

Anak yang menerima pendidikan usia dini yang tepat seperti layaknya mobil yang memiliki bensin penuh. Mesinnya akan langsung jalan begitu ia ada di tempat baru. Sementara anak yang tidak menempuh pendidikan usia dini akan lebih kesulitan memulai mesinnya, sehingga menjadi lamban.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Begitu pentingnya pendidikan  ini sehingga tidak mengherankan apabila banyak negara-negara di dunia menaruh perhatian yang sangat besar terhadap penyelenggara pendidikan anak usia dini.

Sebagai orang tua hendaknya juga bijak dalam memilih sekolah bagi anak-anaknya. Sekolah yang dipilih harus dapat menfasilitasi anak dengan pendidikan yang memenuhi kebutuhannya sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan anak mereka. Dengan membawa anak ke sekolah sejak usia dini memang tidak menjamin bahwa anak akan selalu menjadi juara di segala bidang, tetapi akan memperbesar kesempatan anak untuk dapat beradaptasi dengan baik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, terutama dalam bidang sosial emosional mereka.

About these ads