It’s Not Too Late To Make A Career Change
Want To Change Careers?
How To Make A Career Change?
Want To Change Careers?
Tips to help you find your ideal career.
If you find yourself dissatisfied with your current career, you’re not alone.
According to life coach Suzy Greaves, up to 80% of people end up in jobs that aren’t good fits for their skills and passions.
Many people don’t realize this until their early 30′s, at which point it may seem inevitable that they will have to accept another three decades of unfulfilling work.
Yet switching careers isn’t impossible. In fact, more and more people are finding the courage to do just that.
Here are some tips to guide you towards a more fulfilling career.
1. Look at Your Hobbies
Many people don’t realize that the things they choose to do in their spare time – for free – are actually fertile grounds for a new career.
• Are you a courtroom drama television junkie? You don’t have to dedicate three years to law school to become a vital part of the justice system. Earn an associate’s degree in paralegal studies and you could join the ranks as a paralegal – assisting lawyers with preparing for trials and other important tasks – in as little as two years.
• Love to design and draw? If you’ve always loved the arts, but thought it was a fool’s dream to pursue that skill, think again. Graphic designers, the people behind those visually compelling magazine covers, web sites, and DVD packages make nearly $40,000 a year, according to the U.S. Department of Labor. And all it takes to get started is a degree in graphic design.
• Are you on the computer 24/7? A career in programming or information technology may be a good choice for you. Complete a computer science or IT degree program and you could qualify for a number of high-paying jobs in computer programming, systems technology, or IT.
2. Look into Teaching
You’ve done it, so why not teach it? Shifting into a teaching field can be a very fulfilling way to utilize the years of expertise you’ve accumulated in your current career.
All of the activities that might have seemed commonplace can take on new meaning when you’re teaching the next generation and helping them accomplish their goals. Though it’s not always necessary, earning a teaching degree may make for a very smooth transition.
Find schools offering Education and Teaching degrees.
3. Look Beyond the Paycheck
We’re often encouraged to aspire towards earning the highest salary possible, making many important decisions with this goal in mind. But even in a career that pays well, many feel the need for more.
Transitioning into a helping profession – like nursing with a two-year nursing program, or counseling with a degree in counseling, both of which can pay over $50,000 a year – is a great way to find that fulfillment without completely sacrificing a great paycheck.
Other options include going into physical therapy, where as a physical therapist assistant, you can play a major role in alleviating a person’s chronic pain. All you need is an associate’s degree in physical therapy assisting.
Remember, it’s never too late to make a career change. With an honest appraisal of your interests, skills, and goals – and some additional training and education – you may find it’s exactly what you’ve needed all along. ( hnd )
Source : By Jason Latshaw
Mengintip Kecerdasan Anak Sejak Dini
Apakah si Upik yang sudah pandai bicara dan berhitung di usia 2 tahun bisa dibilang anak cerdas? Bagaimana dengan anak yang telah lancar membaca di usia 4 tahun, layakkah disebut cerdas?
Inteligensi yang tinggi seringkali dikaitkan dengan orang yang punya kemampuan secerdas Albert Einstein. Padahal, hingga saat ini belum ada ahli yang bisa merumuskan definisi kecerdasan dengan tepat.
Meski belum ada definisi pasti mengenai kecerdasan, menurut psikolog Roslina Verauli, M.Psi, secara umum kecerdasan merupakan kapasitas yang dimiliki individu sehingga memungkinkan ia untuk belajar, bernalar, dan memecahkan masalah serta melakukan tugas-tugas kognitif tingkat tinggi lainnya.
Apa saja tugas-tugas kognitif tingkat tinggi itu? “Kemampuan berbahasa, daya ingat yang baik, mampu memecahkan masalah, serta kemampuan berpikir kritis atau menalar,” kata psikolog yang akrab disapa Vera ini.
Tentu saja, kecerdasan pada bayi usia di atas lima tahun tidak sama dengan kecerdasan pada balita. Pada usia bayi, kecerdasannya masih seputar perkembangan kemampuan motorik dan bahasa. Sedangkan pada usia balita, kemampuan ini berkembang menjadi kemampuan motorik kasar, motorik halus, bahasa, hingga kemampuan personal dan sosial. Bila anak menunjukkan kemampuan yang melebihi anak seusianya, dapat dikatakan ia memiliki kapasitas belajar yang baik alias cerdas.
Kecerdasan pada anak bisa dideteksi sejak dini, bahkan sejak ia baru lahir. Untuk mengukurnya, orangtua perlu memahami status perkembangan yang normal pada bayi dan balita. Misalnya saja pada usia 6 bulan, bayi seharusnya mampu belajar duduk dan bisa memegang benda kecil atau makan kue yang diberikan.
Atau anak usia dua tahun seharusnya sudah mulai berkomunikasi dengan kata-kata, serta penuh rasa ingin tahu. “Orangtua harus peka dan bisa mendeteksi sejauh mana perkembangan kemampuan anaknya. Kalau ada keterlambatan, langsung diwaspadai apakah tumbuh kembangnya terhambat atau memang orangtua kurang menstimulasi,” kata Vera.
Sebagai pedoman, ada beberapa tahap perkembangan yang dianggap normal dalam arti sudah bisa dikuasai oleh anak pada usia tertentu.
0-3 bulan:
Hanya menampilkan respons refleks atas stimulus. Bahasa yang dikuasai hanyalah berupa tangisan.
4 bulan:
Mulai memiliki kontrol atas tubuhnya sendiri dan menunjukkan awal mula kemampuan motorik halus. Mulai mampu merespons secara sosial dengan senyuman dan bunyi-bunyian.
6 bulan:
Mulai belajar duduk dan merangkak. Sudah memiliki kemampuan mengontrol gerakan tangan sehingga mampu memegang benda kecil atau makan kue yang diberikan. Bahkan sudah memiliki kemampuan koordinasi mata dan tangan untuk menggapai benda.
9 bulan:
Sudah mulai mampu menggunakna jari jemarinya untuk makan sendiri. Mulai mencoba merangkak dan berdiri. Mencoba menggunakan kata atau suku kata sederhana.
12 bulan (tahun pertama):
Terlihat perkembangan yang cukup pesat pada anak dan ia mulai menunjukkan kemampuan menguasai berbagai hal.
Tahun ke-2:
Mulai independent, senang mengeksplorasi, penuh rasa ingin tahu, mencoba berbagai kemampuan baru, berkomunikasi dengan kata-kata, mencoba memahami sebab-akibat melalui kemampuan motorik, dan menguasai proses belajar dalam arti yang sesungguhnya.
Tahun ke-3:
Anak sudah menunjukkan penguasaan yang jauh lebih baik pada berbagai alat untuk belajar, seperti bahasa, ingatan, kemampuan motor, dan perasaan tentang dirinya sendiri.
Tahun ke-4 dan ke-5:
Kemampuan belajar anak jauh lebih berkembang sehingga memungkinkan ia menerima proses belajar secara formal. ( hnd )
Sumber : Edukasi.Kompas.Com
-
Recent
- The Power of Dream
- Cambridge IGCSE
- Stella Maris International School offers new range of qualifications under Cambridge International Centre
- It’s Not Too Late To Make A Career Change
- Mengintip Kecerdasan Anak Sejak Dini
- Antonius Tanan Mendidik “Entrepreneur”
- Rahasia Merangsang Otak si Kecil
- CHINESE NEW YEAR 2010: Wishes Upon A Sky Lantern
- KEGIGIHAN
- BEING AN INTERNATIONAL SCHOOL
- The International Baccalaureate Corner
- Apa itu KTSP?
-
Links
-
Archives
- September 2011 (2)
- April 2010 (1)
- March 2010 (2)
- February 2010 (3)
- December 2009 (3)
- November 2009 (1)
- October 2009 (1)
- September 2009 (3)
- April 2009 (10)
- March 2009 (21)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS