Cara Lama atau Cara Baru Proses Belajar Mengajar di Sekolah

Posted on March 27, 2009

1



Saat ini proses belajar mengajar di sekolah tidak melulu terpusat pada guru, ada standar pendidikan baru di mana guru adalah partner bagi siswa. Di sini guru bertindak bukan sebagai tutor melainkan sebagai fasilitator. Sejak tahun 2006, Pemerintah mulai menggerakkan beberapa sekolah untuk menerapkan standar ini, Sekolah Berstandar Internasional. Lantas apa bedanya dengan sekolah pada umumnya?

Sekolah Berstandar Internasional

Seperti bahasan artikel sebelumnya (lihat Pengertian SBI), Sekolah Berstandar Internasional merupakan sekolah nasional yang menyiapkan peserta didik berbasis Standar Nasional Pendidikan (SNP) Indonesia berkualitas Internasional, dan lulusannya berdaya saing Internasional. Sebagai sekolah dengan kualitas internasional, tentu saja fasilitas/ media ajar, sumber daya, konsep pengajaran, manajemen sekolah, hingga proses publikasi sekolah harus sesuai dengan standar yang biasanya dipakai di negara-negara maju. Ini merupakan salah satu cara baru pemerintah untuk memacu pihak sekolah melahirkan generasi-generasi yang nantinya mampu bersaing dengan tenaga asing. Pengunaan bahasa internasional sebagai bahasa pengantar merupakan keharusan bagi sekolah berstandar internasional, bahkan ada beberapa sekolah yang menggunakan bahasa kedua sebagai bahasa pengantar di sekolah (Bahasa Mandarin, Jerman, Perancis, Jepang).

Dalam sekolah berstandar internasional proses belajar mengajar lebih menekankan pada pembentukan karakter anak (character building). Membangun kepercayaan diri anak, semangat pantang menyerah, peka terhadap lingkungan dan sesama, bertanggung jawab, dan mempunyai moral etik yang baik lebih diutamakan disamping kemampuan akademis. Hasil akhir bukan menjadi jaminan dalam metode pembelajaran sekolah berstandar internasional, melainkan penghargaan terhadap proses yang sudah dijalani oleh peserta didik. Pendidikan cara baru ini memang terbukti lebih unggul dibanding cara lama. Banyak siswa-siswi dari sekolah berstandar internasional yang mengharumkan nama bangsa dengan prestasinya di berbagai bidang, bukan hanya akademis tetapi juga non akademis.

Namun kehadiran sekolah berstandar internasional ini belum bisa dirasakan oleh seluruh generasi muda di Indonesia. Untuk masuk sekolah ini butuh biaya yang tidak sedikit, sehingga hanya orang-orang dari golongan tertentu yang bisa mengenyam pendidikan di bangku berstandar internasional. Sumber daya manusia Indonesia juga belum mencukupi dan belum memenuhi standar pengajar Internasional, mengingat minimal 30 persen guru berpendidikan S2 atau S3 dari perguruan tinggi (PT) yang program studinya berakreditasi A.

Diharapkan ke depannya pemerintah memberi akses kepada siswa-siswa berprestasi yang berasal dari keluarga tidak mampu, untuk juga bisa ikut mengenyam pendidikan di sekolah berstandar internasional. Pengembangan sumber daya pendidik juga terus ditingkatkan tidak hanya di tingkat pusat tetapi juga daerah.

Sekolah Nasional

Hadirnya Sekolah Berstandar Internasional tidak begitu membawa dampak signifikan terhadap sekolah nasional. Jumlah Sekolah Berstandar Internasional belum sebanding dengan sekolah nasional, dan hanya ada di beberapa kota besar (Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Medan). Metode pengajaran pada sekolah nasional umumnya masih konvensional. Tuntutan akademik begitu besar sehingga siswa dituntut untuk menguasai pelajaran dalam waktu singkat. Jumlah siswa yang besar dalam satu kelas, menyebabkan pendidik tidak secara intens memperhatikan perkembangan setiap anak didiknya. Ini berbeda dengan sekolah berstandar internasional di mana dalam satu kelas terdapat lebih dari satu guru yang menangani sedikit siswa. Sistem pembelajaran lebih tekstual, kurang memfokuskan pada praktik dan observasi langsung. Keberhasilan pendidikan dengan cara lama ini, diukur dengan penilaian berupa angka di raport. Namun penghargaan terhadap siswa yang mempunyai bakat tertentu (menggambar, menyanyi, menari, bela diri, dan lain-lain) masih kurang.

Secara akademis siswa-siswi sekolah nasional umumnya lebih unggul dibanding sekolah berstandar internasional. Tak jarang ketika siswa dari sekolah nasional di Indonesia melanjutkan sekolah ke negara maju, pelajaran yang diajarkan seringkali sudah dipelajari sebelumnya di Indonesia. Pada sekolah nasional biaya sekolah cukup terjangkau terutama sekolah-sekolah nasional milik pemerintah, sehingga masyarakat dari golongan tidak mampu pun mampu mengenyam pendidikan di sini.

Sekolah Berstandar Internasional dan Sekolah Nasional sama-sama mempunyai kelebihan dan kelemahan, tinggal bagaimana orangtua memutuskan pendidikan yang terbaik bagi sang anak. Baik menggunakan cara lama atau cara baru, peran orangtua di rumahlah yang paling menentukan keberhasilan anak dalam kehidupan mereka.

Oleh: Roswita O. (Student Admission Stella Maris International School)

About these ads
Posted in: Others